Oleh: numisku | 5 Agustus 2011

BI Gelar Edukasi Uang Lewat Wayang dan Museum

kontan.co.id, Kamis, 21 Juli 2011 – Untuk meminimalisir peredaran uang palsu di beberapa wilayah Indonesia, Bank Indonesia (BI) menggunakan strategi merakyat seperti menggunakan media wayang untuk mensosialisasikan uang palsu khususnya di pulau Jawa.

Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmodjo menyampaikan, wayang merupakan budaya Jawa yang erat hubungannya dengan masyarakat. “Karakter wayang yang jujur, berani, dan bijaksana diharapkan efektif untuk mensosialisasi uang palsu seperti di daerah Boyolali,” katanya, Kamis (21/7).

Selain itu, bank sentral juga ingin mengembangkan Museum Bank Indonesia sebagai salah satu alternatif edukasi berwisata dengan mengenal mata uang kuno yang perlu diketahui oleh masyarakat. BI melakukan renovasi museum dengan menambah fasilitas dan benda-benda kuno soal perbankan, untuk menarik para wisatawan lokal dan asing.

Poernomo Deputi Direktur Unit Khusus Museum Bank Indonesia (UKMBI) mengatakan, dengan penambahan tersebut maka Museum BI menargetkan sampai akhir tahun jumlah pengunjung akan meningkat hingga 200.000 orang. Sementara pada akhir Juli tahun 2011 ini wisatawan yang datang mencapai 112.000 orang.


Responses

  1. MBI sebagai tempat rekreasi (?) & penelitian harus meningkatkan isi museum yg lebih relevan seperti museum Mandiri.Mengapa MBI harus menargetkan jumlah pengunjung ,apakah mau masuk rekor MURI ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori