Oleh: numisku | 11 Maret 2011

Ratusan Uang Kuno Dinasti Ming Seberat 50 Kg Ditemukan Petani

Uang kuno dinasti ming ditemukan/M Aminudin

surabaya.detik.com, Jumat, 24/09/2010 – Ratusan ribu uang kepeng diduga beredar saat masa Dinasti Ming dan Dinasti Ching ditemukan Suliono (40), warga Desa Pujon Kidul RT 10/RW 06 Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Uang kepeng dibuat pada abad 13 Masehi itu ditemukan saat membersihkan rumput tumbuh menjalar di tebing ladang cabe belakang rumahnya.

Uang-uang yang ditemukan Kamis (23/9/2010) sore itu kini diamankan Suliono di rumahnya. Penemuan Suliono ini memancing warga sekitar untuk berbondong-bondong mendatangi rumahnya melihat uang kuno yang memiliki warna dasar hijau dengan lubang di bagian tengahnya.

“Bila ditotal melalui timbangan, berat uang ini sebesar 50 kilogram,” kata Suliono saat ditemui di rumahnya, Jumat (24/9/2010).

Bapak empat anak ini menceritakan, sore kemarin sambil menghabiskan waktu, dirinya membersihkan rumput tumbuh menjalar di sekitar tanaman cabe di belakang rumahnya. Pada saat mencabut rumput dirinya dikejutkan dengan logam berbentuk
persis uang logam bercampur tanah berjatuhan ke kakinya. Karena penasaran dia mencoba untuk mengamati benda tersebut.

“Mulaya tak kelihatan mas, setelah saya cuci kok ternyata uang logam. Saya pun mencoba mencari lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Temuan ini kemudian dilaporkan kea kepala desa setempat yang langsung diteruskan ke Balai Pelestarian Purbakala Mojokerto. Suliono mengaku hasil temuannya ini akan diserahkan ke pihak berwenang. Dengan syarat dirinya akan diberikan ganti rugi atas penemuan tersebut.

“Ya saya berikan saja mas ke purbakala, asal nanti dapat ganti rugi,” terangnya.

Sementara Arkeolog Purbakala Widya Herisetyowati menuturkan bahwa uang kepeng ini merupakan peninggalan masa Dinasti Ming dan Dinasti Ching yang berjaya pada abad 13 hingga 14 masehi. Uang kepeng ini dibuat dari perunggu yang kemudian dipoles dengan patina hingga uang kepeng berwarna hijau.

Kendati demikian, pihaknya bersama Balai Purbakala Mojokerto akan meneliti keaslian dari uang tersebut. “Saat ini bahan patina telah banyak beredar di pasaran, makanya akan kita teliti dulu untuk keaslian dan kepastian uang kepeng ini beredar pada masa kekaisarannya. Tapi yang ini sementara dipastikan dari Dinasti Ming dan Ching,” tuturnya.

Widya mengungkapkan, uang-uang kepeng ini pada zaman Kerajaan Majapahit banyak digunakan untuk alat perdagangan. Sementara letak ditemukannya uang ini, dia menduga pemilik sengaja menyimpan dengan menanam di dalam tanah.

“Kemungkinan ini ditanam agar pemilik aman dalam menyimpannya,” imbuhnya.

Penemuan uang kepeng Dinasti Ming bukan pertama kalinya di wilayah Desa Pujon Kidul. Pada April 2009 lalu seorang petani setempat juga menemukan uang kepeng yang sama dengan jumlah total berat sekitar 30 kg. Namun letaknya dengan penemuan Suliono cukup jauh yakni sekitar 2 Km.

“Di sini sudah kedua kalinya jenis uang ini ditemukan dan jumlahnya juga banyak. Untuk itu balai purbakala akan melakukan penelitian di kawasan ini. Guna mengetahui asal muasal uang ini beredar hingga wilayah ini,” ujar Widya. (fat/fat)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori