Oleh: numisku | 28 November 2010

Ribuan Koin China Kuno Ditemukan di Malang

Uang koin kuno berhuruf China (Antara/ Ari Bowo Sucipto)

Jatim.vivanews.com – SURABAYA POST – Ribuan keping uang koin kuno, diperkirakan berusia ratusan tahun, ditemukan di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang. Koin kuno ini diperkirakan peninggalan Dinasti Ching dan Dinasti Ming yang berkuasa pada abad ke-13 hingga abad ke-16.

Uang koin kuno berbahan tembaga dan kuningan itu berbentuk bulat sebesar uang logam Rp 500. Pada bagian tengahnya berlubang segi empat. Di salah satu sisinya tertera huruf China. Ribuan keping uang koin kuno itu secara keseluruhan diperkirakan berbobot 50 kilogram karena saking banyaknya jumlah koin.

Ribuan keping uang koin kuno yang terkubur tanah itu ditemukan dua petani Desa Pujon Kidul pada Kamis (23/9) sekitar pukul 17.30 di pekarangan belakang rumah mereka. Mereka adalah Suliono, (40) dan Masrukan (55), warga RT 10 RW 06, Desa Pujon Kidul.

Menurut Suliono, sebelum menemukan koin kuno itu dia dan Masrukan membersihkan rumput pada tebing di pekarangan rumahnya. “Saat saya mencabut rumput di tanah yang posisinya di dataran agak tinggi, tahu-tahu tanah di atas rumput yang saya cabut ambrol dan berongga. Di dalamnya terlihat kepingan koin yang tertimbun tanah,” cerita Suliono, Jumat (24/9).

Melihat hal itu, Suliono dan Masrukan terus menggali rongga dalam tanah itu. Hasilnya, banyak koin kuno yang juga ia temukan. Tanah pekarangan itu baru dibeli Masrukan dari tetangganya seharga Rp 28 juta dan baru dibayar Rp 14 juta. “Entah kebetulan atau tidak, saya kekurangan uang untuk melunasi pembelian tanah saya. Tahu-tahu menemukan koin kuno ini,” kata Masrukan.

Atas temuan ini, kedua petani itu kemudian melapor ke kepada Ketua RT setempat dan informasi itu diteruskan kepada petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan yang bertugas menjaga situs Watu Gilang di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon.

Masrukan mengaku tidak berminat menjual koin temuannya. Melainkan memilih untuk diserahkan kepada negara sebagai benda purbakala. “Uang logam ini tidak saya jual,” kata Masrukan.

Temuan koin kuno ini bukan yang kali pertama karena pada 2009 ada juga warga Desa Pujon Kidul yang menemukan ratusan keping koin kuno. Hanya saja temuan yang kedua ini lebih banyak dibanding yang pertama.

Widya Heri Setyowati, arkeolog BP 3 Trowulan mengatakan, koin kuno ini dipergunakan pada jaman Dinasti Ming hingga Dinasti Ching yang berkuasa sekitar abad 13 hingga abad 16.

Lokasi penemuan koin kuno memang berada di jalur yang dilewati tentara China menuju Singosari. Diperkirakan jumlah uang yang dibawa terlalu besar, sehingga sebagain di antaranya diamankan dengan cara ditanam di tanah. “Terlalu banyak kalau uang ini dibawa untuk logistik perang, demi keamanan mungkin saja pemilik uang merasa lebih aman bila dipendam dalam tanah,” kata Widya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Tarmiji, mengatakan, kemungkinan pihak penemu koin kuno ini akan diberi hadiah sebagai kompensasi. Koin kuno ini temuan warga ini dengan otomatis menjadi milik negara sesuai dengan UU no 5/1992 tentang benda purbakala. “Penemunya akan diberi ganti rugi, tapi masih menunggu penaksiran berapa hadiah yang diberi sesuai dengan temuannya,” kata Tarmiji.


Responses

  1. pemerintah ra genah kalo memberi ganti rugi!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori