Oleh: numisku | 5 November 2010

Istilah Uang

Uang, Benda alam atau artefak yang berfungsi sebagai alat pembayaran dalam kehidupan ekonomi. Nilai uang dapat ditentukan oleh berat dan jenis bahan yang dipakai (intrinsik) atau oleh satuan angka yang tercantum padanya (nominal). Pada uang biasanya terdapat angka tahun, nama negara, raja atau kerajaan yang mengeluarkannya, lambang-lambang dan gambar-gambar yang berhubungan dengan negara, kerajaan atau raja-raja di zamannya. Uang yang tidak memiliki inskripsi disebut anepigraphic.

Menurut bahannya, uang dapat dibedakan atas uang batu, uang kertas, dan uang logam. Uang batu jarang ditemukan di Indonesia, tetapi banyak digunakan oleh masyarakat di kepulauan Pasifik. Bentuknya bulat, berukuran besar, dengan atau tanpa lubang di tengahnya. Uang ini terutama muncul dan digunakan oleh masyarakat berlatar tradisi megalitik.

Uang kertas pada umumnya berbentuk segi empat dan merupakan hasil pencetakan (print).

Di antara ketiga jenis uang itu, uang logam paling banyak variasinya. Bahan yang digunakan dapat berupa emas, perak, tembaga, perunggu, kuningan, timah, atau campuran dari bahan-bahan itu.

Menurut jenis rupa, uang logam dapat dibedakan menurut jenisnya menjadi koin, uang ‘jagung’, uang ‘ma’, ingot, dan bonk. Koin, berbentuk pipih melingkar, segitiga s.d. segi delapan. Ada yang mempunyai anulet, lubang bulat atau persegi di tengahnya dan ada pula yang tidak. Nama khusus untuk koin dengan anulet ialah kepeng atau gobok. Koin biasanya dibuat dengan teknik tempa (strike), cetak (cast), tekan (press), atau gabungan ketiganya. Pada koin tercantum nilai nominal, tahun pengeluaran, nama atau simbol negara, raja, atau kerajaan yang mengeluarkannya. Koin yang hanya memiliki satu muka berhias disebut uniface. Tempat atau perusahaan pembuat koin disebut mint, tanda khusus yang menandainya disebut mint mark.

Uang ma hanya ditemukan di Jawa, khusus pada abad VII s.d. XIV Masehi. Bentuknya membundar mirip koin, cekung, tanpa lubang, dan relatif kecil ukurannya. Disebut uang ma karena pada bagian cekungnya terdapat huruf Jawa Kuno berbunyi ma. Nama lain untuk uang ma ialah uang bunga cendana (sandalwood flower coin), karena sering ditemukan jenis uang ma yang pada bagian cekungnya tidak tercetak huruf tetapi bunga berkelopak empat mirip bunga pohon cendana, khususnya yang berasal dari sekitar abad XIII Masehi. Biasanya uang ma terbuat dari bahan emas atau perak dan tidak dicantumi nilai nominalnya.

Uang jagung umumnya terbuat dari emas atau perak walaupun kadang-kadang ditemukan yang terbuat dari bahan perunggu. Uang ini diberi nama demikian karena bentuknya mirip bulir jagung, yaitu mendekati bundar dengan cekungan rendah pada salah satu sisinya. Di Asia Tenggara jenis uang ini dikenal pula dengan nama uang piloncito yang diambil dari nama seorang peneliti numismatik Pilipina. Seperti juga uang ma, pada uang jagung tidak tertera nilai nominalnya. Uang ini diduga digunakan sejak abad VII s.d. XVII di Jawa dan Sumatera.

Bonk, bentuknya berupa potongan-potongan logam dalam ukuran dan berat tertentu tanpa keterangan nilai nominal dan tahun pengeluarannya, kecuali nama atau simbol yang erat hubungannya dengan negara, raja atau kerajaan yang mengeluarkan. Nilai bonk ditentukan oleh berat dan jenis logam yang digunakan, semakin berat dan semakin mahal jenis logamnya maka semakin tinggi nilai tukarnya.

Ingot berbentuk bongkahan. Kondisinya sama dengan bonk kecuali bentuknya yang kadang-kadang tidak sama karena berat dan jenis logamnya yang dipentingkan.

(purbakala.net)


Responses

  1. Kata “Uang” berasal dari “Wang” nama pecahan jaman dulu.Saya sedang mengumpulkan seluk beluk tentang uang Nusantara(istilah & berbagai jenis pecahan).sebagai bagian dari penyusunan Ensiklopedia Numismatikm Indonesia.

    • Ya, menurut info Wang adalah nama orang, ahli keuangan pada masa dinasti di Cina (abad ke-10). Di negara serumpun kita namanya masih ‘wang’ bukan ‘uang’. Mudah2n bukunya cepat tersusun.

      • Kata uang dari bahasa Jawa wang(bahasa Melayu uwang),saya lupa nilai tukarnya.Saya bisa cek pada daftar berbagai jenis istilah nilai pecahan dari yg terkecil (dibawah 1 cent/sen !)s/d terbesar baik asing maupun lokal yg pernah dipakai di Nusantara

      • Banyak bahasa daerah Nusantara (dari 50 bhs lebih yg telah dikumpulkan)memakai kata yg mirip dengan nama pecahan aman Belanda “duit”. Apakah menurut sdr.Afrizal juga berasal dari nama orang ?.Logikanya uang tembaga Duit ini banyak dipakai dalam jangka waktu yg lama sebelum diperkenalan Cent yg mencakup semua kepulauan Nusantara(terkecuali daerah tertentu dimana sistem barter lebih dominan).Dari nilai pecahan kecil berevolusi menjadi kata umum untuk uang.Apakah pendapat saya ini juga bisa memperkeruh sejarah?

  2. saya mau nanya atas dasar apa anda dapat mengatakan kata uang dari kata wang.apa dasarnya kalau membuat sebuah cuplikan harus jelas dasar sumbernya,jangan asal tulis dan jangan memperkeruh sejarah. saya setuju dengan semangat anda tetapi harus jelas

    • banyak tafsiran ttg kata uang memang, seperti halnya kata rupiah. apakah anda punya data terbaru, silakan saja…sering kali orang menafsirkannya dari etimologi, misalnya uwang dan wang

  3. Anulet=amulet(jimat)?,uang ‘ma’ juga ditemukan diluar jawa(terakhir bahan emas dari Sumatera).,uang jagung emas (Piloncito)beredar kk.VIII-XIV(lihat tesis R.Wick,J.Wiseman).Bonk bernominal l/2,l,2 & 8 stuiver(di Ceylon 6 & 8 stuiver)yg berbahan tembaga.Variasi bonk dalam gambar dimuat di TBG atau VBG.Bahasa2 lokal Nusantara ada yg memakai kata uang dari nama jenis pecahan yg beredar seperti duit,doi,doiq,hepeng,pitih,keueh,peng,rupyah,Etimologi=ilmu asal usul kata.Apakah bahan tulisan diatas juga perlu disebutkan sumbernya ,agar bisa dipertanggungjawabkan ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori