Oleh: numisku | 11 Juli 2010

Pendirian Perhimpunan Penggemar Koleksi Mata Uang

24 November 1973 - ADA uang ada barang, kata peribahasa. Dan nilai tukar yang disebut uang masih tetap berharga – biar sudah tidak berlaku lagi sebagai nilai tukai resmi dewasa ini. Coba saja tentang sekeping logam yang memuat gambar kepala Willem III. Pada sisinya yang lain ada ditulis 2,5 gulden dan di bawahnya tercantum angka 1863, sebagai tahun uang tersebut dicetak.

Bagi pemburu koleksi mata uang, sebuah toko di jalan Sabang telah pasang tarif pasti: Rp 75.000. Barang yang tua nyatanya tidak selamanya mempunyai nilai yang merosot.


DMISS Coins

Sama seperti para kolektor barang-barang antik, para pemburu mata-uang lama tidak pula kurang gesitnya. Coins yang tidak sebesar guci Cina, tanpa diketahui telah banyak diangkut orang-orang asing keluar dari Indonesia. Padahal “ini termasuk larangan, karena uang kuno juga masuk dalam daftar Monumenten Ordonantie 1931″, kata seorang pejabat Lembaga Purbakala.

Peraturan 1931 yang telah pula dikuatkan oleh instruksi Pangkopkamtib akhir Januari tahun ini, telah membuat lapang hati para anggota Perhimpunan Penggemar Koleksi Mata Uang (PPKMU). Para Numismatik yang mendirikan perkumpulannya setahun yang lalu, merasa perlu adanya penertiban dalam soal jual beli uang-uang kuno ini.

Bukan saja sulit mengontrol berapa banyak sudah coin kuno yang diangkut orang asing keluar negeri, tapi ada pula kesulitan lain yang dirasa perlu dibahas bersama oleh orang-orang yang mempunyai hobby sebagai numismator ini. “Pemalsuan amat banyak dilakukan oleh penjual-penjual coin. Begitu rapinya sehingga tidak bisa dibedakan, tanpa penyelidikan teliti” kata MA Affandy yang jadi sekretaris dari PPKMU.

Dia lantas menyebutkan jalan Surabaya, Jakarta di mana setiap harinya orang bebas menjual atau membeli barang apa saja. Biarpun begitu PPKMU yang ketuanya dipegang oleh M. Isa, itu dokter gigi bekas gubernur Sumatera Selatan mempunyai kelebihan. Putera Binjai yang kini telah pensiun ini tampaknya penggemar mata uang sejak dulu.

Di tahun 1949 di mana Dr AK Gani almarhum masih menjabat gubernur militer untuk Sumatera Selatan dan Jambi pernah dikeluarkan uang dari logam emas seberat 32 gram. Berdiameter 37 mm, dan tebal 33 mm, uang itu dibuat untuk memperingati hari Kemerdekaan. Mukanya bergambarkan banteng yang sedang menanduk dan di sebelahnya ada tulisan Negara Republik Indonesia, Merdeka 17 Agustus 1945. Orang kemudian menyebutnya sebagai mata uang DMISS singkatan dari daerah Militer Sumatera Selatan. Dan ketika itu dicetak cuma 10 buah saja.


Ringgit Sepanyol

Dr M. Isa mengatakan bahwa sepanjang pengetahuannya uang emas yang 10 buah itu oleh AK Gani dibagi-bagikan kepada para pembesar. Bung Karno dapat sebuah, sebuah lagi dipegang oleh AK Gani almarhum “dan yang lainnya saya belum tahu dipegang siapa”.

Isa tidak menyebutkan berapa harga uang emas 32 gram ini sekarang, karena ada di mana ke uang emas yang lain saja rupanya sudah memusingkan kepala. Mungkin sudah dilebur dalam periuk nasi karena tidak semua orang bisa adem-ayem menyimpan emas 32 gram kalau keperluan sedang mendesak. Dengan sedikit memendam rasa tenteram Ketua PPKIU itu menambahkan lagi.

“Biarpun begitu, cetak percobaan coin emas pertama republik ini ada saya simpan”. Menyimpan uang yang laku atau tidak laku memang sama untungnya. Orang Sunda mempunyai kebiasaan menyimpan uang emas. Sesekali dipamerkan liwat leontin atau peniti uang emas. Kalau sedang kehabisan uang yang laku, si emas ini adalah barang yang paling mudah ditukar dengan apa saja. Di Pasemah, Sumatera Selatan, penduduknya banyak menyimpan uang ringgit Sepanyol.

Entah bagaimana riwayatnya, tapi penduduk banyak yang menyimpan coin Sepanyol yang memuat gambar kepala Maria Theresia, puteri Raja Philippe IV yang memerintah Sepanyol di abad 17. Dan Maria Theresia ini telah banyak menolong penduduk. Karena kalau musim paceklik tiba, terpaksa keluar jadi barang dagangan. Di samping itu, coin dari abad 17 ini tetap berlaku sebagai barang pelengkap untuk meminang.

Bagi yang tak punya coin kuno ini, tukang sewapun bisa dicari. Di samping emas sungguhan sebagai uang pinang, Maria Theresia – adalah pelengkap yang menyatakan bahwa pengantin laki adalah keturunan orang yang mampu menyimpan uang. Walhasil, simpanlah itu uang receh dari 50 rupiah yang mempunyai gambar burung cenderawasih. Sebab 50 tahun mendatang, itu sldah termasuk barang cagar budaya nasional. Uang 50-an dengan gambar kepala Pangeran Diponegoro saja konon sekarang mulai dicari orang.

(tempointeraktif.com)

Catatan: Sejak tahun 2000 PPKMU telah bubar

About these ads

Responses

  1. saya mempunyai uang kertas kuno dari tahun 1946
    s/d 1978. klau ada yang berminat bisa hub saya di 081216311385.terima kasih

  2. saya punya koin
    - pangeran diponogoro 50 sen th 1952
    -british north borneo half cent th 1891
    kalau ada yang berminat telp no sy 081257920001
    masih ada yang lain nya

  3. Dijual beberapa mata uang asing (17jenis) dengan tahun semi kuno & baru, ada yang khusus pada mata uang brunei.
    Dijual semua seharga USD 2,200 (Nego).
    Hub.081384988567 (praboe).

  4. aku punya koin mata uang asing yang cukup LANGKA lho…
    yaitu negara :
    -Maldives
    -Afrika
    -Guatemala
    -Dan masih banyak lagi

  5. ane punya mata uang negara polski tahun1988 pecahan 50 zolty ada 10 lembar ada yg minat??? hubungi ane di 083871001773

    btw temen ane nitip dagangan mata uang asing ada 50 negara semi kuno dan masih tergolong baru..

    berminat??? hubungi ane..

    thxxxx

  6. saya mempunyai uang coin malaya borneo 1 cent bergambar queen elizabeth tahun 1961 bagi yang berminat add aja di fb rangga caesar

  7. saya punya gobog semar versi 01 kalau ada yang minat hub 085327311969
    peninggalan majapahit sangat langka

  8. gue jual koin nedherland indie 2 1/2 cent dan 1 cent… juga beberapa stuiver yang minat, hubungi ajha 082193666663


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.