Oleh: numisku | 17 Juni 2010

Uang Kertas Produksi Perum Peruri

Pecahan Rp 100.000


Uang Kertas bernilai nominal Rp 100.000 pertama diterbitkan tahun 2004, dengan gambar utama Proklamator Republik Indonesia, Presiden Ir. Soekarno dan Wakil Presiden DR. Mohammad Hatta di bagian depan. Di belakang gambar dua tokoh nasional ini dilengkapi dengan gambar rumah bersejarah di Jalan Proklamasi Jakarta Pusat. Pada mata uang tersebut terdapat ornamen bunga teratai, melambangkan keteguhan dan kesetiaan sebagai lambang prinsip yang dipegang oleh kedua tokoh nasional tersebut. Pada sisi belakang mata uang tersebut tampak gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat dan peta wilayah Indonesia dari Sabang sampai Marauke, yang merupakan lambang persatuan Indonesia.


Pecahan Rp 50.000


Uang Kertas bernilai nominal Rp 50.000 pertama diterbitkan tahun 2005, dengan gambar utama Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dan ornamen daerah Bali di bagian depan. Sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar Danau Beratan, Bedugul, Bali dan Pura Ulundanu. Uang kertas ini didominasi oleh warna biru yang lebih tajam dan benang pengaman yang berbentuk anyaman dan akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Pada uang kertas pecahan Rp 50.000 ini terdapat tanda air ‘watermark’ bergambar I Gusti Ngurah Rai dan dilengkapi dengan kode tunanetra ‘blind code’ berbentuk dua segitiga.


Pecahan Rp 20.000


Uang Kertas bernilai nominal Rp 20.000 pertama diterbitkan tahun 2004, dengan gambar utama Pahlawan Nasional Oto Iskandar Di Nata di bagian depan, sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar pemetik teh di Jawa Barat. Uang kertas ini didominasi oleh warna hijau yang lebih tajam dengan tanda pengaman baru, yaitu tinta berubah warna yang terletak di sisi kanan bawah bagian depan uang dengan logo Bank Indonesia (BI) bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, serta benang pengaman yang berbentuk anyaman. Pada uang kertas pecahan Rp 20.000 ini terdapat tanda air ‘watermark’ bergambar Oto Iskandar Di Nata dan dilengkapi dengan kode tunanetra ‘blind code’ berbentuk dua kotak.


Pecahan Rp 10.000


Uang Kertas bernilai nominal Rp 10.000 pertama diterbitkan tahun 2005, dengan gambar utama Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Badaruddin II di bagian depan, sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar utama Rumah Limas, daerah Palembang. Uang kertas ini didominasi oleh warna ungu yang lebih tajam dengan tanda pengamanan berupa tinta berubah warna yang terdapat pada logo Bank Indonesia (BI) dalam bidang segi delapan bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Pada uang kertas pecahan Rp 10.000 ini terdapat tanda air ‘watermark’ bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II dan dilengkapi dengan kode tunanetra ‘blind code’ berbentuk lingkaran.


Pecahan Rp 5000


Uang Kertas bernilai nominal Rp 5.000 pertama diterbitkan tahun 2001, dengan gambar utama Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bondjol di bagian depan, sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar pengrajin tenun pandai sikek dari Sumatera Barat. Uang kertas ini didominasi oleh warna coklat yang lebih tajam dengan unsur pengaman berupa tanda air ‘watermark’ bergambar Cut Nya Meutia.


Pecahan Rp 1000


Uang Kertas bernilai nominal Rp 1.000 pertama diterbitkan tahun 2001, dengan gambar utama Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura di bagian depan, sedangkan pada bagian belakang terdapat gambar pulau Maitara dan Tidore, Maluku. Uang kertas ini didominasi warna biru dengan unsur pengaman berupa tanda air ‘watermark’ bergambar Cut Nya Meutia.

(peruri.go.id)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori