Oleh: numisku | 22 Maret 2010

Pilihan dalam Berkoleksi

Oleh DJULIANTO SUSANTIO

Sepanjang sejarah peradaban manusia, tak terhitung banyaknya mata uang atau alat tukar, yang pernah beredar di negara kita. Ada uang yang terbuat dari cangkang kerang atau tulang ikan. Ada yang berupa manik-manik atau kulit kayu dsb. Pada dasarnya di masa lalu mata uang terbuat dari bahan-bahan sederhana namun dianggap mampu bertahan lama.

Namun mata-mata uang seperti ini amat sulit dicari di pasaran. Kalaupun ada mungkin berharga mahal. Meskipun begitu, sejumlah museum di tanah air masih memiliki koleksi dari zaman prasejarah itu.

Yang umum adalah mata uang yang terbuat dari logam dan kertas. Tidak hanya uang lokal, berbagai uang dari mancanegara pun pernah beredar di sini. Kalau mau dihitung, mungkin di negeri kita pernah ada ribuan uang kuno.

Memang, sulit untuk mengoleksi semuanya. Jangankan numismatis pemula, numismatis senior atau profesional pun merasakan hal demikian. Lagi pula butuh dana yang tidak sedikit untuk memiliki seluruh koleksi.

Untuk itu perlu ada seleksi dalam berkoleksi numismatik, terutama mata uang. Yang kini masih relatif mudah dijumpai adalah uang-uang yang dikeluarkan setelah proklamasi kemerdekaan 1945. Namun bisa saja orang asal berkoleksi. Artinya yang penting uang lama, tidak peduli bahan atau masanya.

Sah-sah saja orang melakukan seperti itu. Bahkan kolektor demikian banyak bermunculan di Indonesia. Di mata sebagian orang memang berkoleksi merupakan obat stres. Karena itu ‘asal ada koleksi’ sudah dipandang cukup, tidak memandang ‘grade’ atau kelengkapan suatu koleksi.

Sekadar gambaran, kalau mau berkoleksi bisa mengikuti periode di bawah ini. Tidak mutlak dan tidak harus, tapi setidaknya memberi pengertian bahwa ada babakan-babakan dalam peredaran mata uang di Indonesia.

Mata Uang China

  • Dinasti Chu (400 – 250 SM)
  • Dinasti Tang (612 – 906)
  • Dinasti Sung (960 – 1279)
  • Dinasti Ming (1368 – 1644)
  • Dinasti Ching/Manchu (1875 – 1908)

Mata Uang Hindia Belanda

  • VOC
  • Republik Bataaf
  • Hindia Belanda

Mata Uang Asing yang Pernah Berlaku di Indonesia

  • Nederlandsch Indie
  • De Javasche Bank
  • Pendudukan Jepang

Mata Uang Kerajaan Kuno

  • Aceh
  • Samodra Pasai
  • Jambi
  • Palembang
  • Sriwijaya
  • Banten
  • Cirebon
  • Majapahit
  • Kediri
  • Sumenep
  • Banjarmasin
  • Bugis
  • Buton
Mata Uang Logam

  • Seri: Padi, Garuda, Diponegoro dari tahun 1951 – 1957
  • Seri: Garuda, dari tahun 1958 – 1961
  • Mata uang yang beredar di Irian Barat tahun 1962
  • Seri: Sukarno tahun 1962
  • Mata uang yang beredar di Kepulauan Riau tahun 1962
  • Seri: Burung, Padi dan Kapas, Rumah Adat Minangkabau, Keluarga Berencana dan Tabungan tahun 1970 – 1979, dsb

Mata Uang Kertas

  • Mata Uang Republik Indonesia (ORI) 1945 – 1948
  • Mata Uang Pendudukan Belanda 1946 – 1948
  • Mata Uang Daerah (ORIDA) 1947 – 1949
  • Mata Uang Republik Indonesia Serikat 1950
  • Seri Pemandangan Alam 1951 dan 1953
  • Seri Kebudayaan 1952
  • Seri Sukubangsa 1954 dan 1956
  • Seri Hewan 1957
  • Seri Pekerja Tangan 1958, 1963, dan 1964
  • Seri Bunga 1959
  • Seri Sandang Pangan 1960
  • Seri Soekarno 1960 dan 1964
  • Seri Sukarelawan 1964
  • Seri Sudirman 1968
  • Berbagai emisi mulai 1975
  • Mata Uang Daerah yang beredar di Kalimantan 1961
  • Mata Uang Daerah yang beredar di Irian Barat 1961
  • Mata Uang Pemberontak atau Separatis: RII 1952 – 1960, PRII 1956 – 1959, dsb.

Koleksi Lain

  • Uang Fantasi, misalnya lembaran Soekarno yang dikatakan bisa melengkung sendiri.
  • Uang Palsu, sekadar untuk mengetahui perbandingan.
  • Uang Cacad, misalnya salah cetak, salah potong, dan tinta blobor.
  • Uang Mancanegara
  • Benda-benda yang berhubungan dengan uang, seperti celengan, kartu kredit, cek, dan alat hitung.

Begitulah kira-kira tema koleksi yang bisa menjadi pilihan. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda saja, ini yang terpenting. Nah, selamat berkoleksi.


Responses

  1. mata uang indonesia tahun brapa dikelurkan…….?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: