Oleh: numisku | 14 Maret 2010

ORI Rp 400 Asli dan Palu

Pemalsuan uang-uang lama semakin sering terjadi di Indonesia. Jangankan numismatis pemula, numismatis senior pun kadang kala terpedaya.

Pemalsuan banyak dialami oleh ORI. Dalam kurun waktu 1946-1948 pemerintah RI pernah mengeluarkan empat emisi uang kertas ORI. Berbagai keadaan seperti perang dan blokade oleh tentara penjajah, menyebabkan ORI-ORI diproduksi dengan buruk. Karena itu banyak ditemukan koleksi dengan kualitas kertas yang rendah, gambar dan warna membosankan, desain seadanya, dan sebagainya.

Kenyataan bahwa uang ORI berkualitas rendah dibuktikan dengan pemalsuan yang relatif mudah. Dulu, pemalsuan uang merupakan salah satu upaya perang urat syaraf untuk merongrong pemerintahan yang sah. Namun kini pemalsuan merupakan salah satu cara untuk mengeruk keuntungan finansial sebanyak-banyaknya.

Menyadari bahwa pemalsuan merupakan ancaman serius bagi pemerintah, maka otoritas keuangan mencari solusi untuk melawannya. Salah satu caranya adalah menerapkan kode rahasia untuk mengidentifikasi sehingga petugas bisa mengenali uang palsu dengan mudah.

Setelah meneliti selama bertahun-tahun, Rob Huisman, seorang pemerhati uang Netherlands Indies dan ORI/ORIDA dari Belanda, akhirnya berhasil menemukan cara untuk mengidentifikasi uang palsu ORI. Ceritanya dimuat dalam buletin Asosiasi Numismatika Indonesia Jakarta, edisi Februari 2009.

Untuk pembelajaran kita, coba perhatikan kedua uang ORI nominal Rp 400 ini, mana uang asli dan mana uang palsu? (untuk kepraktisan, gambar ini diambil dari uang-kuno.com)

Asli

Palsu

Menurut Huisman, dalam mata uang ini ada penomoran yang terdiri atas 6 angka dan 4 huruf (2 huruf di sisi nomor dan 2 huruf di bagian atas). Uang ini dicetak dengan rentang angka yang berbeda. Setiap rentang memiliki huruf yang unik dan spesifik. Ada 10 huruf berbeda yang berasal dari susunan kata “Ampat Ratus Tebuan”, diambil dari nominal uang ini (Rp 400) dan menggambarkan ladang tebu. Saat huruf ganda (dari kiri ke kanan) disingkirkan dari deskripsi, maka akan tersisa 10 huruf “AMPTRUSEBN”.

Jadi kunci untuk mengetahui asli atau palsunya suatu koleksi adalah memperhatikan nomor seri dan huruf pertama sebagaimana tabel berikut:

Rentang Angka Huruf Pertama
000001-009999 A
010000-019999 M
020000-029999 P
030000-039999 T
040000-049999 R
050000-059999 U
060000-069999 S
070000-079999 E
080000-089999 B
090000-099999 N

Coba perhatikan mata uang berikut:

Mata uang di sebelah atas memiliki nomor seri 079931 ditambah huruf EM dan UL. Dari bagan terlihat bahwa nomor seri demikian akan memiliki huruf pertama E. Jadi ini adalah uang asli.

Sementara mata uang di sebelah bawah memiliki nomor seri 021267 ditambah huruf UL dan NR. Menurut bagan, seharusnya huruf pertama adalah P. Karena tidak cocok, ini merupakan uang palsu.

Diketahui banyak pemalsuan dari uang ini. Biasanya jenis ini memiliki nomor seri yang tidak sesuai dengan tabel di atas. Kebanyakan uang palsu muncul dengan kombinasi BK-NI, EK-MD, MD-FC, UL-FC, dan UL-NR.

Huisman telah memberikan banyak pengetahuan kepada kita. Mudah-mudahan numismatis Indonesia pun tergerak untuk berbagi pengetahuan. (DJULIANTO SUSANTIO)


Responses

  1. Saya mau tanya bagi yg mengetahui. Sy punya uang Usd 100 thn1934. Asli lengkp dgn sertfkt nya. Sebanyak 120lmbr… Ingn sy jual, tp tkt malu di ejeki. Klu emg ada pmbeli serius hubgi sy di 082382222075 atas nama putra

  2. alo bu/ pak, saya mau jual uang kuno saya yg berasal dari australia. sebesar 10 $ , sebagai tambahan , ini uang polymer pertama di dunia, dengan gambar aborigin. apabila berminat bisa hub saya di d_n1c3@hotmail.com.
    thanks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: