Oleh: numisku | 7 Maret 2010

Kondisi dan Motif Hobi

Oleh: DJULIANTO SUSANTIO

Pada lazimnya orang mengumpulkan benda-benda numismatik dalam kondisi yang paling bagus atau Uncirculated (Unc). Hal ini terutama dilakukan oleh mereka yang sudah berpenghasilan tetap, seperti karyawan atau wiraswastawan.

Buat mereka yang berpenghasilan tidak tetap atau pas-pasan, tentu mengoleksi benda-benda yang berkategori XF atau F, sudah merupakan keberhasilan yang luar biasa. Dalam numismatik, kondisi Unc adalah yang paling maksimum, sehingga koleksi demikian sering kali dibanderol lebih tinggi dibandingkan koleksi-koleksi lainnya.

Gejala “grading maniac” (kegilaan akan kondisi terbagus) memang selalu melanda semua kalangan kolektor. Padahal, hal tersebut tidaklah terlalu mutlak mengingat setiap orang mempunyai alasan yang berbeda terhadap objek perhatiannya. Ini karena seseorang yang terlibat dalam kegiatan berkoleksi, memiliki beragam motivasi. Dengan demikian dia bisa merupakan kolektor murni, semu, atau berada di antaranya.

Kondisi sosio-ekonomi dan lain-lain akan menentukan usaha seorang kolektor untuk mengumpulkan yang terbaik. Seorang kolektor murni yang bermotif dasar mengumpulkan benda-benda numismatik dengan kondisi seadanya, tentunya sudah merupakan pemenuhan kepuasan yang memadai. Kecuali mereka yang mampu dalam hal segi sosio-ekonomi, pastilah akan memilih yang lebih berkualitas.

Mendapatkan benda-benda numismatik tanpa terlalu mementingkan kondisi fisiknya, tentu saja merupakan suatu kegembiraan tersendiri bagi kolektor murni. Namun biasanya mereka akan berusaha lebih jauh, terlebih mereka yang memiliki kemampuan keuangan memungkinkan.

Sebaliknya, kolektor semu akan sangat selektif dalam segala hal karena mereka selalu mengharapkan yang terbaik. Faktor bisnis selalu ada di angan-angan mereka. Karena itu mereka sangat mengharapkan nilai tambah, berupa keuntungan berlipat di kemudian hari. Kolektor tipe ini, terlebih yang berlatar belakang ekonomi kuat, pastilah akan selalu menomorsatukan kelangkaan dan kondisi terbaik.

Meskipun aksioma pada awalnya berbunyi ‘mengumpulkan uang-uang lama sebagai hobi para raja/bangsawan’, pandangan ini lambat laun berubah pada abad ke-20. Biarpun kondisinya kurang bagus, tapi bagi segelintir orang yang terpenting adalah usaha ini dapat memberikan kepuasan atau kegembiraan. Bahkan tanpa banyak pengorbanan atau dapat memberikan keuntungan finansial. Berkoleksi adalah berkoleksi, tanpa embel-embel komersial.


Objek numismatik Indonesia

Perkembangan tingkat peradaban manusia sangat pesat pada masa kini, sehingga dinamika numismatik pun mengikuti lajunya perkembangan tersebut. Dengan sendirinya ruang lingkup numismatik menjadi luas.

Objek-objek numismatik Indonesia pun menjadi bertambah sehingga dapat diklasifikasikan menjadi delapan jenis, sebagaimana yang dilakukan numismatis senior Alim A. Sumana berikut:

1. Uang logam regular dari masa kerajaan Sriwijaya dan Mataram abad ke-7 sampai sekarang.
2. Exonumia (uang tidak resmi) termasuk token dan medali.
3. Heraldik (tanda-tanda pangkat/kebesaran) berupa lencana (badge) dan lambang, terutama dari abad ke-17 sampai sekarang.
4. Sigilografi, cap-cap/meterai dari masa kerajaan-kerajaan Nusantara abad ke-7 sampai sekarang.
5. Uang primitif (alat tukar) dari masa awal Masehi sampai sekarang, di antaranya lokan, moko/genderang logam, cincin, tulang, biji-bijian, dsb.
6. Notafili (uang kertas dengan berbagai istilah: surat hutang, surat kredit, tanda penerimaan, bon, kupon, dll) dari masa 1652 sampai sekarang.
7. Skripofili, berbagai jenis alat pembayaran tidak resmi yang berkaitan dengan fungsi dan fisik prototipe uang kertas, termasuk kupon, kartu kredit, saham, obligasi, lotere, dll dari abad ke-18 sampai sekarang.
8. Checkophile, cek, surat akseptasi dan sejenisnya dari abad ke-19 sampai sekarang.

Umumnya objek-objek numismatik tersebut merupakan objek-objek dari disiplin sejarah dan arkeologi. Karena itu pengetahuan numismatik dan juga sejarah bersama arkeologi perlu benar-benar dimengerti oleh para kolektor. Itulah nilai tambah yang sesungguhnya daripada sekadar mengharapkan keuntungan finansial dari koleksi-koleksi numismatik.


Responses

  1. Good posting..!!! coment by http:/twitter.com/GlobalAutoMoney


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: