Oleh: numisku | 2 Maret 2010

Mengenal “Grade” Uang Kertas

Oleh: DJULIANTO SUSANTIO

Orang sering beranggapan bahwa uang yang tidak berlaku lagi di pasaran, layak disebut uang kuno. Rupanya istilah “kuno” dipandang lebih bergengsi daripada istilah “lama” atau lainnya. Padahal, menurut Undang-undang Benda Cagar Budaya Nasional 1992, istilah kuno mengacu kepada benda yang sudah berusia 50 tahun atau lebih.

Tapi tidak mengapa, apa pun sebutannya: kuno, antik, lama, atau bekas, yang jelas mengumpulkan uang lama sudah mulai menjamur. Terbukti, toko benda numismatik banyak terdapat di mana-mana, baik kelas mal maupun kelas kaki lima

Tidak hanya itu, bisnis secara tertulis dan online pun semakin berkembang. Namun berbeda dengan transaksi tatap muka, transaksi tertulis dan online memerlukan pengetahuan tersendiri. Kalau dalam transaksi tatap muka, kita bisa langsung melihat kondisi fisik suatu koleksi sehingga bisa menawar atau langsung membeli koleksi tersebut.

Sebaliknya, dalam transaksi tertulis dan online perlu ada informasi lengkap tentang koleksi tersebut, yang umumnya berupa kualitas koleksi. Semakin bagus kualitas suatu koleksi tentu semakin mahal harganya sebagaimana bisa kita lihat dalam buku-buku katalogus.

Di mata numismatis, ada patokan khusus tentang kualitas suatu koleksi. Semua ini terangkum dalam istilah “grade”. Boleh dikatakan “grade” menunjukkan “tingkat kondisi” suatu koleksi.

Sejak lama istilah “grade” telah mendapat pengakuan internasional, sehingga memudahkan komunikasi dalam bertransaksi numismatik. Misalnya demikian, kolektor A di Jepang ingin menjual koleksi kepada kolektor B di AS. Dia tinggal menyebutkan koleksi yang akan dijualnya itu, apakah Unc ataukah VF. Dengan demikian kolektor B tanpa harus melihat langsung dapat segera mengetahui keadaan koleksi tersebut. Segera dia dapat menawar atau langsung membeli jika dia suka.

Secara sederhana pengelompokan tingkat kondisi adalah prima, baik, dan jelek. Menurut sistem Inggris, ketiga tingkatan itu dibagi lagi menjadi:

1. Prima

  • Brilliant Uncirculated
  • Proof Uncirculated
  • Extremely Fine

Prima atau Uncirculated

2. Baik atau Bagus

  • Very Fine
  • Fine

Baik atau Bagus

3. Lumayan atau Cukup

  • Fair

Lumayan atau Cukup

4. Jelek

  • Poor

Jelek

Di Indonesia, karena numismatiknya belum maju, biasanya digunakan empat jenis “grade” dengan istilah sendiri. Tidak dimungkiri, hal ini merupakan terjemahan dari sistem Inggris.

Pertama, PRIMA. Ciri-cirinya adalah koleksi masih baru atau kertasnya masih kaku.

Kedua, BAGUS. Ciri-cirinya adalah sudah pernah berpindah tangan, belum ada tanda-tanda lipatan, dan masih bersih.

Ketiga, LUMAYAN. Ciri-cirinya adalah sudah terlihat tanda lipatan dan cacad lain, seperti kotor dan sobek.

Keempat, JELEK. Ciri-cirinya adalah kertas sudah lusuh. Biasanya kondisi ini hanya diperuntukan koleksi yang benar-benar langka.

Sistem di AS lain lagi. Dari keempat hal pokok di Inggris, mereka memilah-milahnya lagi. Tingkatan Fine dibagi menjadi Very Good dan Good. Namun karena sering kali sulit untuk mencapai kesepakatan dalam mengatakan tingkat kondisi sebuah koleksi, mereka menciptakan lagi istilah Nearly (N) dan Almost (A), misalnya mendekati baik disebut NVF (nearly very fine) atau AVF (almost very fine).

Rupanya sistem AS dianggap lebih teliti sehingga banyak digunakan numismatis internasional. Apalagi buku katalogus uang yang dianggap terbaik adalah terbitan AS.

Berikut ini adalah “grade” mata uang kertas dan mata uang logam yang sekarang digunakan secara internasional, mulai dari tingkat kondisi tertinggi hingga terendah, termasuk deskripsinya.

Grade Mata Uang Kertas

CU (Crisp Uncirculated)

  • Baru keluar dari bank dan sama sekali belum beredar.
  • Kertas masih mengkilat dan belum ada cacad atau belum ada tanda-tanda bekas beredar.
  • Tidak ada cacad lain yang disebabkan oleh salah penanganan dalam proses pencetakan.

Unc (Uncirculated)

  • Seperti CU hanya kertas sudah agak lembek terkena lembab udara, mungkin karena terlalu lama disimpan.

Unc atau 100%

XF atau EF (Extremely Fine)

  • Uang baru beredar, namun terjadi sedikit salah penanganan oleh kolektor.
  • Terdapat lipatan vertikal yang lemah pada pertengahan.
  • Keempat ujungnya agak bulat karena peredaran.

EF atau 85 %

VF (Very Fine)

  • Belum tampak kerusakan yang berarti.
  • Terdapat beberapa lipatan antara lain lipatan vertikal di tengah yang tajam dan lipatan vertikal lainnya di kiri kanan namun belum berapa jelas.
  • Terdapat lipatan horisontal yang agak jelas.
  • Keempat ujungnya sudah tampak tumpul.

VF atau 70%

F (Fine)

  • Sudah banyak beredar.
  • Kertas tidak lagi kaku dan lurus, tetapi agak lembut.
  • Lipatan vertikal tampak jelas. Ujung bawah dan atas lipatan ini berlekuk. Lipatan horisontal tampak lebih jelas.
  • Agak kotor dan berkerut di beberapa tempat.
  • Pada pertemuan lipatan horisontal dan vertikal di tengah-tengah huruf, tampak kabur.
  • Keempat ujung sudah tidak lagi jelas, mungkin pula ada yang sobek.

F atau 50%

VG (Very Good)

  • Tampak kerusakan yang jelas, kertas sudah agak lembek, kotor, berkerut, lipatan jelas sehingga mengaburkan huruf tercetak.
  • Huruf tercetak lain masih jelas.
  • Sobek di pinggir atau di sudut.
  • Sobek pada akhir lipatan vertikal atas dan bawah.

VG atau 30%

G (Good)

  • Uang sudah banyak rusak dan jelek.
  • Sobekan sepanjang lipatan dan merusak gambar/huruf, tetapi belum ada cetakan yang hilang.
  • Kotor, lembut, berkerut, dan sudah tidak menarik lagi.

G atau 15%

P (Poor)

  • Sudah rusak berat, sobek, hingga sebagian gambar/huruf hilang.
  • Kotor, berkerut, agak hancur.
  • Uang kertas seperti itu sudah tidak layak koleksi, kecuali untuk yang langka.

P

Catatan:
Grade ini berlaku pula untuk cek, bon, nota, obligasi, dan sejenisnya yang terbuat dari kertas.

Persentase menyatakan kondisi dibandingkan dengan Unc.

Sumber foto: siambanknote.com

Tentu kita pernah melihat iklan-iklan di media cetak yang menawarkan koleksi uang kuno berharga jutaan rupiah selembar atau sekeping. Sekali lagi, kata “kuno” hanyalah untuk peningkat gengsi. Jangan terpengaruh karena masih banyak koleksi uang lama Indonesia berharga belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah selembar atau sekeping, apa pun istilahnya: “kuno” atau lainnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: